fbpx

Tips Anti Stress Saat Bekerja Biar Kamu Awet Muda!

Dalam bekerja tidak jarang jika mengalami stress kerja. Apakah kalian pernah mengalami demikian? Stress dalam bekerja tentunya sangat mengganggu produktivitas bukan? Stress kerja dapat diartikan sebuah kondisi atau situasi ketegangan yang menimbulkan ketidakseimbangan fisik dan psikis. Ketidakseimbangan itu berpengaruh pada kondisi emosi loh. Orang yang sedang dalam kondisi stress sering kali mengalami rasa cemas dan kekhawatiran kronis. Hal itu membuat orang yang mengalami setress cenderung akan mudah marah, serta sering menunjukkan sikap tidak kooperatif. Nah kali ini mimin akan share Tips Anti Stress Saat Bekerja, simak baik-baik yaa.

Apakah Stress Kerja Adalah Perasaan Yang Membuat Diri Terasa Tertekan?

Sudah pasti stress kerja adalah suatu kondisi yang sangat menyiksa bukan? Ketika dalam kondisi emosi yang tidak stabil, seseorang yang sedang mengalami setress sering kali mengalami cemas dan tegang, sulit tidur, bahkan tekanan darah meningkat, kehilangan ketegangan dalam diri alis tidak bisa rileks, yang lebih parah, orang yang mengalami setress akan cenderung mengidap gangguan pencernaan, wih serem kan?

Nah, sebelum kita bahas tips anti stress, kita kupas dulu perihal penyebab kenapa sesorang mengalami setress saat di kantor.

Ciri-Ciri Orang Yang Mengalami Stress Kerja

Yang pertama konflik dengan patner kerja.

Ketidakcocokan karakter dengan rekan kerja adalah hal yang sangat wajar terjadi saat berada di kantor, Ketidakcocokan karakter tersebut sangat rentan memicu hadirnya konflik antar pegawai. Nah, jika konflik terus terjadi, maka bukan hal yang mustahil jika menimbulkan setress saat bekerja. Kondisi setress tersebut tidak jarang menimbulkan produktifitas yang cenderung turun.

Selain itu, hadirnya rekan kerja yang mengganggu juga sangat berpengaruh pada produktivitas kerja. Mengapa demikian? Hal itu karena rekan kerja yang suka mengajak ngobrol, menyalakan musik keras, atau rekan yang suka melakukan bullying akan cenderung membuat diri berada dalam kondisi tidak nyaman. Kondisi tidak nyaman tersebut dapat memicu setress dalam diri, sungguh tidak nyaman bukan? Jika itu terus terjadi maka kalian bisa melakukan suatu tindakan yang mungkin sedikit ekstrim, yaitu melaporkan pada atasan.

Yang kedua, tidak mampu menahan emosi

Jika kalian berada dalam suatu lingkungan kerja dengan berbagai macam kepribadian, maka kalian dituntut untuk selalu bisa memahami setiap kepribadian. Kenapa? Karena jika kita berada di lingkungan kerja, kita dituntut untuk bisa selalu berpikir positif dan berwawasan luas. Dan yang terpenting dari itu adalah kita harus mampu mengendalikan emosi. Jika diri mudah tersulut emosi, maka akan menimbulkan konflik dengan rekan kerja.

Yang ketiga tumpukan pekerjaan

Kenapa bisa demikian? Hadirnya tugas baru sebelum tugas lama terselesaikan adalah pemicu stress. Tugas-tugas baru yang berdatangan tentunya membuat diri menjadi kewalahan. Sebelum mengerjakan perintah dari atasan, yang perlu kalian lakukan adalah membuat skala prioritas, pekerjaan mana yang harusnya dikerjakan lebih awal. Jika tidak demikian, maka kalian akan benar-benar terpicu setress karena beban pekerjaan.

Beban kerja yang dobel memberi efek jenuh

Terkait dengan beban kerja, jika atasan memberikan peran ganda bagi kalian. Tugas yang harusnya dilakukan oleh dua orang, namun dikerjakan sendirian. Jika beban kerja berlipat-lipat tapi tidak ada kenaikan gaji, hal tersebut tentunya sangat memicu stress. Beban kerja berlipat bisa muncul apabila ada patner kerja yang resign atau kekurangan sumber daya manusia dalam perusahaan.

Yang keempat adanya notifikasi di luar jam kantor.

Jika atasan sering menghubungi di luar jam kerja, maka itu adalah suatu hal yang sangat menganggu. Siapa sih yang mau mendapat notifikasi pekerjaan saat sedang bersama keluarga? Siapa sih yang mau mendapat notifikasi kerja saat sedang berlibur? Nah, keadaan tesebut dapat memicu munculnya stress kerja. Di sisi lain, sebagai karyawan diri kita tidak dapat menolak permintaan atasan.

Jika hal itu terjadi, maka pekerjaan bisa menjadi suatu beban, Bahkan jika diri berada dalam kondisi tersebut. Maka tuntutan peran dapat membuat bingung jika melakukan sesuatu. Karena terkadang ekspektasi peran yang tidak dipahami, membuat karyawan ragu terhadap apa yang harus dilakukan. Tuntutan peran yang berlebihan, bahkan seringkali berefek pada kondisi kesehatan. Jika kalian sudah tertekan dengan kondisi tersebut, maka hal tersebut dapat dibicarakan dengan atasan agar tidak memiliki peran ganda.

Yang kelima masalah personal.

Seringkali memicu hadirnya stress. Masalah-masalah personal itu berkaitan dengan masalah yang timbul karena adanya konflik dengan teman, pasangan, atau bahkan keluarga. Konflik tersebut dapat memicu adanya beban dalam pikiran yang dapat mempengaruhi produktifitas kerja. Apalagi jika masalah-masalah tersebut berkaitan dengan masalah ekonomi, sudah jelas dapat menjadi penyebab stress saat bekerja.

Yang keenam lingkungan pekerjaan.

Kadang kala, diri akan mengalami stress jika atasan atau rekan kerja tidak sepihak, atau dapat dikatakan adanya kompetisi internal di lingkungan kerja. Kondisi tersebut tentu saja membuat diri menjadi tidak nyaman dan bisa jadi memunculkan stress kerja, Apalagi jika ada konflik kepemimpinan, diri akan cenderung bingung melakukan suatu tindakan karena ada dua perintah dari dua atasan.

Apa Saja Ciri Stress Dan Bagaimana Mengatasinya?

Orang yang sedang mengalami stress akan cenderung mengalami cemas yang berlebihan, kurang semangat, sering kelelahan, cenderung sulit berkonsentrasi, susah tidur, bahkan tidak sering jika orang yang mengalami setres akan meminum alkohol sebagai penawar setress.

Bagaimana Agar Diri Terhindar Dari Stress ?

1. Mulai hari dengan senyuman.

Hari-hari yang diisi dengan senyuman dan jiwa yang positid akan cenderung memicu kebahagiaan dalam diri.

2. Datang ke kantor lebih awal.

Dengan kalia datang ke kantor lebih awal, maka membuat diri kalian akan lebih fresh karena terbebas dari kemacetan di jalan raya.

3. Menjauhi konflik.

Mengapa demikian? Karena jika sering terlibat koflik di kantor, baik dengan patner kerja ataupun dengan atasan, maka kondisi stress kerja sudah pasti terjadi. Padahal kesehatan fisik dan kesehatan mental sudah seharusnya dijaga agar produktivitas dalam bekerja cenderung meningkat.

4. Selalu menciptakan suasana nyaman di kantor.

5. Jangan melakukan banyak hal secara bersamaan.

Sudah seharusnya diri membuat skala prioritas dalam melakukan pekerjaan. Hal tersebut dilakukan agar pekerjaan dapat terselesaikan dnegan baik. Jika pekerjaan selalu menumpuk maka menimbulkan setress. Nah itulah kenapa perlu membuat skala prioritas dalam bekerja.

6. Melakukan aktifitas yang bervariasi.

Sehingga tidak hanya duduk. Yang bisa dilakukan salah satunya, ketika jam makan siang, usahakan untuk membeli makanan sendiri agar aktivitas di kantor tidak hanya duduk, Atau yang mungkin bisa dilakukan adalah setelah pulang kantor atau di luar jam kantor, usahakan untuk selalu rutin berolah raga.

 

Author : Nita Rizky Yani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
error: :-p