fbpx

Mengenal Profesi Apoteker, Jenjang Karir dan Tanggung Jawabnya

Nah, sebagian di antara kalian yang sedang baca artikel ini, pasti kalian bercita-cita menjadi seorang apoteker, ya kan? Apa saja sih tugas dari seorang apoteker? Apa saja suka dukanya? Setelah kalian baca artikel ini, maka pertanyaan yang ada di pikiran kalian akan terjawab. Artikel ini akan mengupas bagaimana suka duka menjadi seorang apoteker.

Apa sih Apoteker itu?

Nah, sebelum kita kupas soal tips apoteker maupun suka duka menjadi apoteker. Kita kupas dulu apa sih apoteker itu? Apoteker adalah seorang mahasiswa yang berhasil menyelesaikan studinya di prodi Farmasi atau dapat juga dikatakan bahwa apoteker merupakan seorang Sarjana Farmasi yang telah menyelesaikan ujian kompetensi apoteker dan telah melakukan sumpah jabatan apoteker.

Pekerjaan apoteker merupakan suatu bidang pekerjaan yang membutuhkan dukungan ilmu kesehatan dan ilmu kimia. Menjadi seorang apoteker memiliki tanggung jawab yaitu memberi obat kepada pasien sesuai dengan resep dokter dan memastikan efektivitas serta keamanan dari penggunaan obat yang diberikan. Selain itu, apoteker juga bertanggung jawab memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan obat yang rasional.

Kemampuan Apoteker

Seorang Apoteker memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi, mengapa demikian?

Hal itu terkait dengan beredarnya produk farmasi yang meningkat sehingga sangat rawan adanya peredaran produk ilegal. Dengan demikian, profesi apoteker mempunyai peran yang sangat penting dalam proses pencegahan penyalahgunaan obat. Agar tidak terjadi penyalahgunaan obat, seorang apoteker harus mampu mengedukasi masyarakat.

Belum banyak yang tau bahwa pekerjaan apoteker sebenarnya hampir seimbang dengan dokter. Mengapa demikian? Karena menjadi apoteker itu bisa menyelamatkan hidup pasien loh ketika dokter lalai dalam menulis obat. Apoteker akan bersiaga untuk konsultasi dengan dokter terkait takaran dalam pemberian obat untuk pasien.

Apoteker Hafal Obat-obatan

Peran Apoteker

Nah, saking hafal dan pahamnya seorang apoteker terhadap obat. Maka seorang apoteker bahkan mempunyai kemampuan untuk mengolah obat-obatan herbal loh. Karena banyak sekali ilmuwan berbakat mampu mengolah obat-obatan herbal atas dasar ilmu fitokimia dan fitofarmaka. Nah, saat menjadi mahasiswa seorang calon apoteker dituntut untuk sanggup mendesain, menghasilkan, dan mendistribusikan berbagai jenis obat.

Selain itu calon apoteker juga harus bisa meracik obat guna penyembuhan suatu penyakit tanpa adanya efek samping. Bahkan, seorang apoteker juga berperan dalam proses pengawasan terhadap obat resep dokter untuk pasien. Seorang apoteker juga senantiasa menjadi tempat konsultasi pasien. Bahkan, diharuskan pula menghitung dosis obat yang diberikan untuk semua jenjang pasien.

Kemampuan Seorang Apoteker

Kemampuan dalam mengkaji resep juga harus dimiliki oleh seorang apoteker, kenapa? Karena seorang apoteker harus bisa menyesuaikan armasetik dengan pertimbangan secara klinis. Ketelitian juga harus dimiliki seorang apoteker agar bisa membedakan antara obat yang kedaluarsa dengan obat yang layak pakai. Bahkan, seorang apoteker juga harus memusnahkan resep obat yang tersimpan lebih dari 5 tahun.

Perlu kalian ketahui, bahwa perjalanan karier seorang apoteker itu penuh jenjang loh. Selain itu, perbedaan peran apoteker juga tampak kontras jika apoteker bekerja di lain tempat. Seperti halnya seorang apoteker yang bekerja di bidang industri farmasi, maka akan berbeda dengan apoteker yang bekerja di rumah sakit.

Nah, kalian penasaran nggak terkait jenjang karir seorang apoteker?

Jenjang karir seorang apoteker yang pertama adalah seorang product specialist. Jika naik jabatan, maka seorang apoteker akan menjadi logistic executive. Jika prestasi kerja semakin meningkat, maka seorang apoteker akan naik jabatan menjadi seorang manager. Manager sendiri banyak jenisnya, diantaranya : Product Manager, Area Sales Manager, Retail Key Account Manager, dan Tax and Treasury Manager.

Karier teratas dari apoteker bukanlah manager loh, ada lagi jabatan yang lebih tinggi yaitu : Kepala Regulasi. Nah, kepala direksi sendiri memiliki banyak jenis bidang direktur, diantaranya : Direktur Komunikasi Korporat, ada pula Direktur Riset dan Pengembangan, Direktur Bisnis, Direktur Urusan Medis, Direktur Bisnis, dan Direktur Komersial. Nha, jabatan tertinggi seorang apoteker adalah CEO Perusahaan Farmasi.

Setelah kita kupas terkait jenjang karir seorang apoteker, selanjutnya kita kupas terkait suka duka menjadi seorang apoteker. Kelebihan menjadi seorang apoteker diantaranya : mempunyai banyak peluang karier di berbagai sektor, sehingga para apoteker tak perlu merasa khawatir akan kesulitan mendapat pekerjaan. Dapat dikatakan bahwa seorang apoteker memiliki masa depan cerah, kenapa? Hal itu karena jasanya selalu dibutuhkan.

Salah satu contohnya nih ya, seorang apoteker yang bekerja di bidang industri, maka tugasnya apoteker adalah mencetus berbagai obat baru dan mengawasi berbagai proses produksi obat. Sedangkan jika di bidang pelayanan kesehatan, maka tugas apoteker adalah melayani pasien yang ingin membeli obat. Terkait hal itu, apotek bisa bekerja di puskesmas, rumah sakit, bahkan bisa juga bekerja di klinik kecantikan.

Apoteker dibutuhkan Pemerintah

Di sisi lain, apoteker juga dibutuhkan di pemerintahan, khususunya di lembaga pengawas obat dan makanan. Bahkan seorang apoteker dapat diandalkan dalam hal pencari nafkah dalam keluarga, karena gaji seorang apoteker sangatlah menjanjikan. Selain itu, seorang apoteker juga bisa memanfaatkan ilmu yang dimilikinya sebagai bekal dalam berwirausaha. Contoh membuka apotik.

Meski apoteker membuka bisnis apotik, seorang apoteker tetap bisa bekerja dan menjalankan tugasnya sesuai dengan profesinya. Membuka apotik dapat dijadian sebagai bisnis sampingan di luar pekerjaannya sebagai apoteker. Bahkan, jadwal kerja seorang apoteker dapat dikatakan lebih fleksibel dan akan dapat meluangkan waktu lebih banyak untuk keluarga. Selain apoteker menjadi bagian anggota yang dihormati loh, kok bisa?

Nah, profesi apoteker berdasarkan survey yang dilakukan oleh Gallup Poll pada bulan November 2014, tepatnya di Amerika, menyatakan bahwa kejujuran serta etika farmasi dianggap paling “tinggi” oleh 65 persen warga Amerika. Hal itu lantaran apoteker adalah profesi yang terhormat dan layak untuk dihormati di kalangan masyarakat. Seorang apoteker yang setiap hari menjadi tempat konsultasi pasien yang ingin membeli obat, menunjukkan bahwa ada rasa kepercayaan terhadap informasi yang disampaikan oleh apoteker.

Profesi Apoteker merupakan profesi pembelajar seumur hidup, mengapa demikian?

Karena seorang apoteker dituntut untuk selalu bisa belajar. Hal tersebut karena bidang kefarmasian selalu berkembang seiring dengan bermunculannya jenis penyakit baru. Jika jenis penyakit baru bermunculan, maka obat baru harus segera ditemukan. Hal tersebut dilakukan, tujuan utamanya adalah demi kesembuhan pasien.

Seorang apoteker dituntut untuk selalu menjadi pendengar yang baik. Bagaimana tidak? Seorang apoteker diwajibkan untuk bisa memberi solusi terkait obat yang dialami oleh pasien. Bahkan, seringkali apoteker menjadi tempat curhat permasalahan pribadi pasien. Bahkan tidak jarang juga menjadi apoteker menjadi sasaran marah pasien. Misalnya terkait dengan kenaikan harga obat, pasien yang terlalu lama menunggu obat, sehingga tidak sabar dan pada akhirnya memarahi seorang apoteker.

Kemampuan analisis yang kuatlah yang mampu membuat seorang apoteker memahami kondisi pasien. Terkait itu, kemampuan dalam berkomunikasi juga diperlukan saat berprofesi sebagai apoteker. Hal itu karena seorang apoteker dituntut untuk selalu melayani dengan ramah meski diperlakukan tidak baik. Itulah suka duka seorang apoteker, oleh karena itu apoteker harus selalu bisa berpikir positif dan berjiwa positif.

CURRICULUM VITAE APOTEKER

Nah jika kamu ingin menjadi seorang Apoteker, maka kamu harus menguasai kemampuan yang telah disebutkan di atas. Tak lupa lengkapi dengan Curriculum Vitae Apoteker dengan desain yang kekinian hanya di CV UNIK. Semoga impianmu segera terwujud ya.

CV Apoteker Resume Apoteker

Editor : Nita Rizky Yani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to top
error: :-p